News

Melihat Ansible Bekerja, Mudahkan Urusan Perusahaan Anda!

Blog Single

Ansible adalah mesin otomatisasi TI yang sangat sederhana. Fungsi Ansible adalah mengotomatiskan penyediaan cloud, manajemen konfigurasi, penerapan aplikasi, orkestrasi intra-layanan, dan banyak kebutuhan TI lainnya. Ansible dirancang untuk penerapan multi-level dan memodelkan infrastruktur TI perusahaan Kamu dengan menjelaskan bagaimana semua sistem informasi komputasi saling terkait, bukan hanya mengelola satu sistem pada satu waktu. Dengan kata lain, Ansible memungkinkan Kamu mengelola semua sistem secara simultan serta otomatis dengan kemampuan yang dimilikinya.

Salah satu keuntungan Ansible adalah terbebasnya penggunaan produk dari vendor dan tidak ada infrastruktur keamanan tambahan yang khusus sehingga Ansible sangatlah mudah untuk digunakan. Yang paling penting, command system Ansible sangatlah sederhana karena ia memungkinkan Kamu untuk menggambarkan pekerjaan otomatisasi dengan menggunakan bahasa Inggris biasa.

Dalam artikel ini, kami akan memaparkan bagaimana proses Ansible digunakan dan bagaimana Ansible bekerja, simak baik-baik ya!

Arsitektur yang Efisien!
Ansible bekerja dengan cara menghubungkan dirinya ke node yang telah tersedia dan menginisiasi program kecil yang disebut Modul Ansible untuk mereka. Program-program ini ditulis untuk menjadi model sumber daya dari keadaan sistem yang diinginkan. Ansible kemudian mengeksekusi modul-modul ini (melalui SSH secara default), dan menghapusnya setelah selesai.

Pustaka modul perusahaanmu dapat berada di mesin apa pun, dan tidak diperlukan server, daemon, atau database untuk menjalankannya. Biasanya Ansible akan bekerja dengan program terminal favorit Kamu, editor teks, dan mungkin sistem kontrol versi untuk melacak perubahan pada konten Kamu

SSH-Keys adalah Sobat TI-mu!
Ansible mendukung segala jenis kata sandi, akan tetapi SSH-Keys dengan SSH-Agent-nya adalah salah satu cara terbaik untuk memaksimalkan penggunaan Ansible. Namun, bilamana Kamu memiliki preferensi sendiri seperti lebih cenderung menggunakan Kerberos, Ansible fleksibel dan bisa membuatmu menggunakan Kerberos juga. Ansible memungkinkan banyak pilihan karena tidak memerlukan log-in root! Kamu cukup log-in sebagai pengguna mana pun, lalu su atau sudo ke pengguna mana pun.

Modul "authorized_key" Ansible adalah cara yang bagus terbaik untuk mengontrol mesin Y yang dapat mengakses host Z. 

ssh-agent bash
ssh-add ~/.ssh/id_rsa


Kelola inventaris dengan file teks yang simpel!
Secara default, Ansible mewakili mesin yang dikelolanya menggunakan file INI yang sangat sederhana. Dengan file INI, kamu bisa menempatkan semua mesin yang Kamu kelola ke dalam sebuah grup sesuai dengan pilihanmu sendiri.
Untuk menambahkan mesin baru, kamu tidak memerlukan server SSL-signing tambahan yang terlibat, jadi tidak pernah ada kerumitan memutuskan mengapa mesin tertentu tidak terhubung karena masalah NTP atau DNS yang tidak jelas.

Jika ada sumber lain di infrastruktur perusahaanmu, Ansible juga dapat menjadi plug-in infrastruktur bawaan lho! seperti menggambar inventaris, grup, dan informasi variabel dari sumber seperti EC2, Rackspace, OpenStack, dan banyak lagi.

Umumnya, penyimpanan inventari yang umum terlihat seperti ini


[webservers]
www1.example.com
www2.example.com

[dbservers]
db0.example.com
db1.example.com

Setelah host inventaris terdaftar, variabel dapat diberikan kepada mereka dalam file teks sederhana (dalam subdirektori yang disebut 'group_vars/' atau 'host_vars/') atau langsung di file inventaris.

Atau, seperti yang telah disebutkan, gunakan inventaris dinamis untuk menarik inventaris Kamu dari sumber data seperti EC2, Rackspace, atau OpenStack.

Ad Hoc Command: Selesaikan Tugas dalam Sekali Proses
Perintah Ad Hoc menggunakan alat baris perintah /usr/bin/ansible untuk mengotomatisasi satu tugas pada satu atau lebih node yang dikelola. Namun, perlu diperhatikan, perintah ad hoc cepat dan mudah, tetapi tidak dapat digunakan kembali. Perintah ad hoc menunjukkan kesederhanaan dan kekuatan Ansible, tetapi harus dipahami terlebih dahulu.

Perintah ad hoc sangat bagus untuk tugas yang jarang Anda ulangi. Misalnya, jika Anda ingin mematikan semua mesin di lab Anda untuk liburan Natal, Anda dapat menjalankan one-liner cepat di Ansible tanpa menulis buku pedoman. Perintah ad hoc terlihat seperti ini:

$ ansible [pattern] -m [module] -a "[module options]"

Nah, untuk Ad Hoc, lebih baik gunakan perintah ini untuk menyelesaikan
-Re-booting server
-Mengelola file
-Mengelola packages
-Mengelola user dan grup
-Mengelola servis

Setelah membaca cara kerja Ansible, apa mungkin Kamu tergiur untuk mencoba memanfaatkannya pada infrastruktur yang kamu gunakan? Instruktur dan Engineer berpengalaman di Btech selalu siap terdepan! Dengan kami #BersamaLebihBaik

Hubungi +62-811-1123-242 atau sales@btech.id untuk info lebih lanjut.

https://btech.id/


Baca Juga: LEBIH DEKAT DENGAN ANSIBLE, SI PRAKTIS YANG BIKIN SEGALANYA JADI MUDAH
Baca Juga: BEKERJA CEPAT TANPA SUSAH, GUNAKAN ANSIBLE SEKARANG!