News

Implementasi DevSecOps serta Tantangan yang Perusahaan Perlu Hadapi

Blog Single

DevSecOps adalah sebuah istilah yang didapat dari akronim development, security dan operations (pengembangan, keamanan, dan operasi). Istilah penamaan DevSecOps digunakan untuk memfokuskan sebuah tim teknis serta pengembang perusahaan Kamu pada bidang cybersecurity agar keamanan pengembangan aplikasi meningkat. Penambahan bidang fokus pada cybersecurity, membuat tugas DevSecOps mampu menyediakan layanan cybersecurity yang berfokus pada bisnis hingga pengujian potensi eksploitasi cybersecurity.

Nah, setelah membaca definisi DevSecOps, pastinya muncul pertanyaan seperti ini: Bagaimana cara mengimplementasikan peran DevSecOps? Apa saja tantangan yang bakal dihadapi saat pengimplementasian DevSecOps berlangsung? Mari kita simak artikel berikut ini dengan saksama.

 

Implementasi DevSecOps, Sebuah Elaborasi dalam 4 Babak

Perlu diingat, babak-babak yang bakal ngejabarin perihal tatacara implementasi DevSecOps di bawah ini tidak selalu berurutan, tergantung pemanfaat DevSecOps yang ingin dituju. Akan tetapi, tatacara di bawah ini adalah proses pengelaborasian implementasi DevSecOps yang umum dilakukan di banyak kalangan professional TI.

  1. Perencanaan dan Pengembangan

Pengimplementasian DevSecOps, sebagaimana dengan kegiatan lain, sebaiknya diawali dengan perencanaan. Perencanaan strategi yang singkat serta lugas adalah kunci dari kesuksesan implementasi. Ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan saat perencanaan implementasi dilakukan, yaitu kriteria uji penerimaan, desain pengguna, dan model ancaman terhadap objek yang dilindungi. Ketiga hal tersebut, menentukan dasar-dasar implementasi dan rincian dari apa yang ingin dibangun dan dijaga keamanannya dan bagaimana bentuk serta cara yang paling efektif dalam menjaga objek.

Perencanaan yang matang meneruskan implementasi DevSecOps ke bagian pengembangan. Dalam hal pengembangan, praktik DevOps yang biasa dilakukan perlu dievaluasi untuk menemukan titik celah serta apa saja yang perlu di-upgrade secara presisi. Sangat bagus apabila ketika pengembangan dilakukan, para agen DevSecOps mencari informasi dari berbagai sumber sebagai acuan pengembangan kedepannya. Membangun sistem tinjauan kode pada tahap ini juga berguna karena mendorong keseragaman, yang merupakan aspek dari DevSecOps.

  1. Membangun dan Melakukan Uji Coba

Setelah perencaan dan pengembangan dilakukan, Anda bisa lanjut ke tahap pembangunan. Umumnya, para DevSecOps menggunakan tools-tools otomasi. Guna mesin otomasi adalah menggambungkan kode-kode sumber (source code) ke dalam kode mesin (machine code), melalui script pembangunan tools yang digunakan. Selain perpustakaan plug-in-nya yang cukup besar, mereka juga memiliki beberapa UI yang tersedia. Beberapa juga dapat secara otomatis mendeteksi perpustakaan yang rentan dan menggantinya dengan yang baru. 

Ketika pembangunan dengan dasar evaluasi, perencanaan, dan pengembangan yang presisi telah dilakukan, selalu lakukan uji coba perihal penggunaan DevSecOps. Kerangka pengujian otomatis yang kuat menanamkan praktik pengujian yang kuat ke dalam pipeline. Pipeline yang dimaksud di sini meliputi: perencanaan, kode, pembangunan, uji coba, perilisan, dan penyebaran

  1. Penyebaran (Deployment) dan Pengoperasian

Penyebaran (Deployment) biasanya dilakukan melalui alat IaC, karena alat tersebut mengotomatiskan proses dan mempercepat kecepatan pengiriman perangkat lunak.

Selanjutnya adalah Pengoperasian. Pengoperasian adalah langkah penting lainnya, dan pemeliharaan berkala adalah fungsi rutin tim operasi. Tim Ops harus mengawasi pemeliharaan berkala. Untuk mencegah human error terjadi, DevSecOps dapat menggunakan alat IaC untuk mengamankan infrastruktur organisasi dengan cepat dan efisien. 

  1. Pemantauan dan Penskalaan

Bagian penting lainnya dari proses ini termasuk menggunakan alat pemantauan yang kuat dan berkelanjutan. Mereka memastikan sistem keamanan Anda berfungsi sebagaimana mestinya.

Penskalaan juga memainkan peran penting. Munculnya virtualisasi berarti organisasi tidak lagi harus membuang sumber daya mereka untuk memelihara pusat data yang besar. Sebagai gantinya, jika ada ancaman, mereka dapat dengan mudah menskalakan infrastruktur TI untuk mengelolanya.

Ini adalah beberapa langkah dasar dalam implementasi DevSecOps. Bergantung pada ukuran dan kompleksitas proyek, peta jalan Anda mungkin menyertakan beberapa langkah tambahan khusus.

Lalu, setelah melakukan implementasi, apa saja rintangan atau challenge yang harus dihadapi ketika akan/setelah implementasi dilakukan?

 

Tantangan yang Dihadapi

Tantangan paling besar yang pasti dihadapi ketika pengimplementasian DevSecOps berlangsung adalah kebiasaan dan keselarasan tim pengembang yang mengharuskan mereka menyatu dengan bagian keamanan profesional TI. DevSecOps menyatukan pengembang dan profesional keamanan, mendorong lingkungan kolaborasi. Sementara itu, pemahaman soal keamanan biasanya hanya menjadi bahan evaluasi yang kadang-kadang bukan menjadi tanggung jawab pengembang. Tantangan umum lainnya adalah keyakinan bahwa peningkatan keamanan memperlambat segalanya dan merupakan penghalang bagi inovasi. Untuk memenuhi tuntutan bisnis modern, pengembang ingin mengirimkan kode mereka dengan cepat. Namun, fokus utama tim keamanan adalah memastikan kode tersebut aman. Tujuan yang kontras seperti itu membuat kedua tim ini sulit untuk bekerja secara bersamaan.

Menurut laporan dari Cybersecurity Ventures, akan ada 3,5 juta lowongan pekerjaan keamanan siber pada tahun 2021. Jadi dapat disimpulkan bahwa meskipun tingkat pelanggaran dan serangan keamanan meningkat, ada kekurangan insinyur keamanan siber yang terampil. Oleh karena itu, ketersediaan profesional keamanan yang rendah merupakan tantangan yang terutama mempengaruhi organisasi tingkat rendah dan menengah.

Tidak seperti kolaborasi antara pengembangan dan keamanan, kompleksitas muncul saat menyatukan operasi dan keamanan. Di pasangan sebelumnya, Anda hanya perlu mengajari pengembang Anda tentang praktik terbaik keamanan dan meminta mereka bekerja sama dengan tim keamanan Anda. Meskipun pengaturan ini memang mengubah beberapa hal untuk pengembang, biasanya tidak terlalu banyak perubahan yang signifikan.

Meskipun begitu, hal itu tidak akan terjadi ketika Anda mencoba membuat tim operasi dan keamanan Anda berkolaborasi. Ketika insinyur operasi menemukan kelainan apa pun, mereka tidak langsung memikirkan pelanggaran keamanan. Bagi mereka, hal-hal seperti kesalahan konfigurasi perangkat lunak atau masalah infrastruktur adalah hal yang biasa dicurigai. Tetapi bagi tim keamanan, anomali secara naluriah berarti potensi pelanggaran. Dengan demikian, insinyur operasi mungkin harus memikirkan kembali cara mereka menganalisis lingkungan.

Baca Juga: APA ITU DEVSECOPS? YUK KENALI LEBIH DALAM MENGENAI PERAN DEVSECOPS PADA TIM TI KAMU!