News

Cloud Computing Bisa Membantu Pengembangan Bisnis? Kok Bisa?

Blog Single

Popularitas Cloud di berbagai mega-mega perusahaan terus digandrungi karena fitur dan kegunaannya yang sangat bermanfaat. Penggunaan Cloud Computing kini menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan yang terhitung besar. Mereka menganggap bahwa Cloud Computing mampu mendorong dan membantu pengembangan bisnis perusahaan sebab aksesibilitas yang fleksibel serta kemutakhiran Cloud Computing dibandingkan dengan model TI Tradisional. Bagaimana bisa? Simak pemaparan berikut ini, ya!

Apa itu Cloud Computing

Cloud Computing merupakan gaya komputasi baru di mana sumber daya yang terukur secara dinamis dan sering kali menggunakan konsep virtualisasi yang disediakan oleh provider dengan memanfaatkan media internet. 

Adapula ahli yang menilai bahwa cloud merupakan kumpulan teknologi, yakni berupa seperangkat teknologi yang membentuk lingkungan cloud. Banyak ahli TI berhadap bahwa Cloud Computing akan membentuk kembali proses teknologi informasi dan pasar TI. 

Secara konsep, Cloud Computing berarti menyimpan dan mengakses data dan program melalui internet dari lokasi berbeda atau menggunakan komputer dari hard drive komputer kita. Dengan menggunakan Cloud Computing, Anda bisa mengakses data atau program di mana saja, kapan saja, dan dengan perangkat apapun. (K. Chandrasekara, 2018)

Cara Kerja Cloud Computing

Saat menggunakan komputer pribadi, Anda biasanya berinteraksi dengan tiga lapisan komputasi. Pertama, infrastruktur atau perangkat fisik seperti prosesor, hardisk, memori, atau kartu jaringan. Kedua, platform atau sistem operasi yang berinteraksi dengan perangkat keras. Ketiga, software atau perangkat lunak pengolah kata, gambar, dan lainnya. 

Sama halnya seperti komputer, Cloud Computing juga memiliki konsep tiga lapisan komputasi meski secara teknis kontennya berbeda. Dalam Komputasi Awan, komponen infrastruktur berupa server, media penyimpanan, dan bandwidth yang disediakan oleh provider. Dengan demikian, pengguna bisa mengakses sumber daya seolah-olah diinstal di tempatnya. 

Lapisan platform berupa perangkat web browser yang digunakan untuk membuat, menguji, dan menggunakan aplikasi web. Sementara lapisan software bukan aplikasi berbasis desktop, melainkan menggunakan web yang bisa menggunakan peramban web apapun. 

Berdasarkan cara kerjanya, pengguna Komputasi Awan dapat menggunakan perangkat pribadi seperti PC, laptop, handphone atau perangkat mobile lain melalui web browser untuk mengakses cloud. Layanan ini bekerja secara client-server menggunakan protokol web browser. Cloud menyediakan server berbasis aplikasi dan semua layanan data kepada pengguna dengan output ditampilkan pada perangkat pengguna. 

Misalnya, pengguna menggunakan cloud storage seperti google drive untuk masuk ke google drive maka pengguna wajib memiliki account, pengguna dapat login melalui perangkat yang digunakan. 

Setelah login melalui web browser, pengguna bisa melakukan penyimpanan atau mengunduh data yang tersimpan di server google, dalam hal ini application, platform, dan infrastructure disediakan oleh google, pengguna cukup memiliki account, maka dapat menggunakan cloud storage secara gratis. 

Apa Manfaat Cloud Computing bagi Perusahaan?

Menurut Williams, 2020, Cloud Computing membawa sejumlah manfaat bagi organisasi bisnis atau perusahaan, antara lain:

a. Bayar Sesuai Kebutuhan

Pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan dalam cloud sehingga biaya yang dikeluarkan untuk operasional cloud dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

b. Cloud Tanpa Investasi Awal

Pengguna tidak perlu mengeluarkan investasi biaya yang besar untuk membangun Komputasi Awan, pengguna dapat menggunakan penyedia layanan cloud sehingga tidak ada biaya pembelian perangkat komputer, perangkat jaringan, dan lainnya.

c. Biaya Manajemen IT Cloud Efisien

Karena menggunakan layanan yang diberikan oleh penyedia layanan, maka dapat mengurangi biaya manajemen IT, karena pengelolaan manajemen IT dilakukan oleh penyedia layanan.

d. Skalabilitas Cepat Sesuai Permintaan

Kemampuan Cloud Computing dapat bekerja dengan cepat sesuai dengan kebutuhan dari para pengguna.

e. Akses Cloud Mudah dan Fleksibel

Pengguna tidak perlu berada pada komputer yang sama jika ingin mengakses aplikasi untuk keperluan operasional perusahaan. Pengguna dapat mengakses dengan mudah dari mana saja.

f. Penggunaan Sumber Daya Cloud Lebih Baik

Pengguna Komputasi Awan dapat meminimalisir permasalahan operasional sehingga memungkinkan dapat meningkatkan sumber daya Cloud yang lebih baik.

g. Berbagi Sumber Daya

Para pengguna dapat melakukan berbagi sumber daya ke sesama pengguna lain, misalnya menggunakan server virtual bersama-sama. 

Model Layanan Cloud Computing bagi Bisnis

Berikut adalah model-model Komputasi Awan yang dibedakan berdasarkan jenis layanannya :

a. Platform as a Service (PaaS)

Platform as a Service (PaaS) merupakan layanan berbasis cloud dengan cara menyewa perangkat keras (hardware), sistem operasi, storage, dan kapasitas jaringan via internet. Pengguna bisa menyewa virtual server dan layanan untuk menjalankan software berbasis web yang telah dikembangkan. Selain itu, pengguna juga dapat menguji software berbasis web yang sedang dikembangkan.

Biasanya, PaaS berupa framework yang digunakan oleh pengembang (developer) untuk berfokus membangun atau membuat perangkat lunak. Dengan menggunakan PaaS, pengguna bisa memperoleh sumber daya untuk membuat perangkat lunak tanpa harus membeli hardware yang diperlukan. Contoh PaaS yang sudah tersedia di dunia antara lain : Google App Engine, Windows Azure, Amazon Web Service Elastic Beanstalk, Stratos Apache, dan OpenShift.

b. Infrastructure as a Service (IaaS)

Infrastructure as a Service (IaaS) merupakan sebuah layanan infrastruktur komputasi awan yang berupa, satu paket perangkat hardware komputer virtual, bersama dengan jaringan internet, bandwidth, dan dukungan alamat IP. Terdapat jaminan online secara real time dan keamanan dalam ‘ruang lingkup’ satu unit layanan IaaS.

Penyedia layanan yang biasa disebut vendor atau provider IaaS biasanya menyediakan berbagai spesifikasi infrastruktur, baik CPU, RAM maupun Data Storage dalam bentuk virtual tanpa sistem operasi. Contoh Iaas antara lain, Cisco yang menyediakan fitur dasar solusi telepon dan Biznet GIO Cloud sebagai pusat data virtual untuk korporasi.

c. Data-Storage as a Service (DaaS)

Data-Storage as a Service (DaaS) adalah layanan cloud dengan model penyediaan fasilitas sistem penyimpanan data secara remote dan dapat mengaksesnya kapan saja dan dari mana saja. Intinya, pengguna hanya perlu membayar biaya sesuai dengan besarnya resource yang digunakan. 

Contoh industri komersial yang menyediakan layanan DaaS adalah EMC Storage Managed Service (SMS), dan Google Cloud Datastore.

d. Software as a Service (SaaS)

Software as a Service (SaaS) merupakan layanan yang mengacu pada perangkat lunak (software) berbasis cloud via online melalui internet dan bisa dibeli secara berlangganan. Aplikasi tersedia dalam bentuk langganan sesuai kebutuhan pengguna atau on-demand. Jadi, pengguna tidak perlu lagi membeli lisensi dan menginstal aplikasi, melainkan cukup membayar biaya sesuai pemakaian. 

Model ini adalah salah satu layanan cloud yang paling sering digunakan oleh perusahaan untuk membangun dan mengembangkan bisnis karena mudah dikelola dan sangat terjangkau. Pengguna tidak perlu mengunduh dan memasang di masing-masing perangkat untuk menyebarkannya ke seluruh tim. Layanan ini sangat berguna bagi tim yang bekerja dengan terpisah ruang dan jarak.

 Tunggu apalagi? Segera migrasi ke teknologi Cloud bersama Btech dengan menghubngi sales@btech.id atau +62-811-1123-242
#BersamaLebihBaik #CloudComputing #cloud #KomputasiAwan #Btech

Baca Juga: BAGAIMANA CLOUD COMPUTING DAPAT MEMBANTU PENERAPAN SPBE?