News

6 Prinsip DevSecOps yang Harus Anda Terapkan agar Kinerja jadi Maksimal!

Blog Single

Seorang DevSecOps memerlukan suatu prinsip DevSecOps yang mampu menopang kinerjanya agar selalu maksimal dan terfokus pada prinsip tersebut. Gunanya, agar jobdesk, fokus, serta alur kerja DevSecOps tidak bersinggungan dengan pengembang lainnya. Pada artikel kali ini, akan dijabarkan mengenai 5 prinsip DevSecOps yang membantu Anda fokus pada pekerjaan dan menjaga alur kerja utama implementer DevSecOps.

Apa aja sih prinspi-prinsip DevSecOps itu? Simak Tulisan di bawah ini, ya!

  1. Keamanan

Prinsip DevSecOps yang pertama tentunya adalah keamanan. Karena esensi dan tugas utama seorang DevSecOps ialah mengamankan sebuah apikasi atau sistem yang dikembangkan oleh tim DevOps sebelumnya. Pada sebuah sistem aplikasi, serangan siber adalah ancaman dan masalah utama yang harus dihadapi dan diperhatikan. Meskipun para pengembang awal telah mengintegrasikan kemampuan otentikasi, otorisasi, dan enkripsi ke dalam aplikasi mereka, tetapi masalahnya adalah hal tersebut dan keamanan berbeda secara inheren. Masih ada kesenjangan antara keduanya yang membuat keamanan dalam aplikasi tersebut boleh dikatakan rentan terhadap serangan siber.

Dengan adanya DevSecOps, tim DevSecOps membuat pengkodean aman dan pengujian keamanan secara terus menerus ketika aplikasi tersebut dikembangkan. Hal ini membantu pengembang perangkat lunak memasukkan keamanan ke dalam proses pengembangan sehari-harinya, sehingga menghilangkan kesenjangan antara DevOps dan keamanan.

 

  1. Pembelajaran Berkelanjutan

Prinsip DevSecOps yang kedua adalah pembelajaran berkelanjutan. Untuk mencegah kerentantan keamanan yang mempengaruhi produksi perangkat lunak, para DevOps dan tim keamanan harus mengidentifikasi akar penyebab masalah kerentanan dalam aplikasi. 

Mengapa pembelajaran berkelanjutan? Penyerangan dan kerentanan yang di-upgrade secara berkala memungkinkan serangan selanjutnya lebih sulit dan lebih kompleks dari serangan serta kerentanan awal yang telah diatasi. Maka dari itu, pembelajaran berkelanjutan diperlukan untuk selalu mengawasi dan mengatasi problem di masa yang akan datang selama siklus pengiriman perangkat lunak.

 

  1. Kolaborasi

Prinsip DevSecOps yang ketiga adalah kolaborasi. Sebuah tim pengembang atau DevOps harus melibatkan tim keamanan ke dalam aktivitas sehari-hari mereka. Dengan adanya kolaborasi yang membentuk tim baru bernama DevSecOps, Anda dapat merencanakan, mengimplementasikan, dan menguji perangkat lunak secara berkala dengan sempurna. Selain dari sisi pengembangan aplikasi, dengan melibatkan tim keamanan, sisi yang rentan terhadap serangan siber dan ancaman yang mampu menimbulkan masalah pada aplikasi tersebut di masa depan dapat diatasi dan dicegah dengan tepat. Melalui kolaborasi antar kedua tim, tim keamanan dan tim DevOps, Anda dapat memastikan perangkat lunak yang andal dan aman serta memenuhi atau melampaui syarat penggunaan akhir.

 

  1. Intelijen Ancaman

Prinsip DevSecOps yang keempat adalah intelijen ancaman. Seiring terus berkembangnya teknologi dan kemampuan sebuah aplikasi bertahan dari ancaman dan kerentanan keamanan, tentu semakin canggih jika ke depannya ada ancaman terhadap pengembangan aplikasi yang sedang dilakukan. Dengan berbagi intelijen ancaman dengan tim pengembang lainnya, melalui pertukaran informasi terhadap ancaman siber yang baru, kelompok-kelompok yang terkait dengan pengembangan dapat melakukan brainstorming untuk mencari solusi agar bahaya keamanan dapat teratasi dan tercegah.

 

  1. Kepatuhan

Prinsip DevSecOps yang kelima adalah kepatuhan. Kebijakan keamanan sebuah aplikasi perlu dipahami dan dipertanggungjawabkan. Tim DevOps perlu bertanggung jawab untuk memahami operasi kepatuhan untuk membantu pengguna akhir mengelola dasar keamanan. Dengan adanya DevSecOps, pengembangan perangkat lunak dapat diintegrasikan kepada aplikasi, karena monitor yang dilakukan tim DevSecOps memungkinkan sebuah peringatan dan pemberitahuan terhadap keamanan beroperasi secara real-time. Oleh karena itu, pengguna akhir diperbarui setiap kali konfigurasi kebijakan kepatuhan berubah dari status yang diketahui.

 

  1. Kecepatan 

Prinsip DevSecOps yang terakhir adalah kecepatan. Dewasa ini, dengan maraknya persebaran informasi teknologi yang cepat, pengiriman perangkat lunak pun dituntut untuk berlaku cepat dan aman juga. DevSecOps menawarkan kemampuan untuk memberikan perangkat lunak dengan cepat dan aman, karena berkolaborasi dengan tim pengembang sehingga keduanya bisa berfokus dan selaras pada jobdesk masing-masing. Hal tersebut memungkinkan pengembang perangkat lunak untuk membangun keamanan ke dalam setiap tahap pengembangan, pengujian, dan upaya peluncuran aplikasi. Plus, DevOps dapat menggunakan alat dan teknologi otomatisasi untuk mempercepat pengiriman perangkat lunak.

Mungkin perlu waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan bagi sebuah organisasi untuk membangun budaya yang sukses seputar DevSecOps. Untungnya, dengan orang, proses, dan teknologi yang tepat, sebuah organisasi dapat memberdayakan pengembang perangkat lunak dan tim keamanannya untuk mengambil pendekatan dasar untuk membangun budaya yang berpusat pada DevSecOps yang sukses.

Bila Kamu ada kebutuhan tentang DevSecOps atau kebutuhan lainnya, Kamu bisa menghubungi kami di +62-811-1123-242 atau sales@btech.id untuk info lebih lanjut.

Baca juga: APA ITU DEVSECOPS? YUK KENALI LEBIH DALAM MENGENAI PERAN DEVSECOPS PADA TIM TI KAMU!