Blogs

Mengenal Snapshot, Fitur Semacam BackUp yang Canggih

Blog Single

Jika Anda berkutat di dunia digital, Anda pasti mengetahui seberapa penting untuk rutin melakukan pencadangan data guna mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Keamanan data sangat penting untuk sebuah perusahaan, dan menjadi perhatian utama di segala aspek industri, bisnis, maupun government. Kehilangan data akibat sesuatu yang diluar kendali kita, dan tidak mempunyai data cadangannya, merupakan salah satu faktor yang sering menyebabkan kegagalan dalam development bahkan tak peduli sebesar apapun bisnis tersebut. Salah satu fitur yang bisa melakukan pencadangan data adalah Snapshot. 

Apa itu Snapshot?

Snapshot adalah sebuah fitur yang berfungsi sebagai back-up data untuk melakukan pencegahan terhadap kehilangan data yang bisa terjadi karena kegagalan development. Meskipun memiliki fungsi untuk back-up data, Snapshot memiliki perbedaan utama dengan back-up data. Perbedaan utama antara snapshot dan cadangan adalah yang terakhir diisolasi dari mainframe. Itu berarti salinan snapshot disimpan di jaringan asli, tidak seperti salinan cadangan. Jepretan bekerja dengan baik untuk perlindungan sering yang diukur dalam hitungan menit atau jam sementara pencadangan digunakan untuk perlindungan biasa.

Sistem yang dilakukan ketika mencadangkan data menggunakan Snapshot adalah dengan membuat 'foto' dari keadaan server sebelum dilakukan perubahan. Jika terjadi kerusakan data, Anda bisa membalik ulang data tersebut sesuai dengan data yang telah ter'foto' sebelumnya, dengan keadaan dan kondisi yang sama persis. Keadaan server yang dicadangkan oleh snapshot akan mencakup data pada memori mesin virtual, pengaturan mesin virtual, dan status semua disk virtual. Semua itu bisa Anda pulihkan keadaannya oleh Snapshot, sesuai dengan 'foto' yang telah ditentukan sebelumnya.

Snapshot juga memiliki rancangan yang membebaskan dirinya dari batasan pengambilan 'foto'. Dengan begitu Anda dapat mengambil snapshot kemudian memulihkan state ke snapshot yang diambil kemudian mengabil snapshot baru, begitu seterusnya. Hanya saja, kontinuitas snapshot tidak dapat dijadwalkan secara otomatis, Anda perlu melakukannya secara manual untuk melakukan pencadangan data secara rutin.

Utamanya, para pengembang aplikasi menggunakan Snapshot karena sangat membantu dalam testing dan installing different version. Para pengembang bisa kembali ke poin awal 'foto' ketika update-nya tidak sesuai harapan yang telah dikembangkan.

Cara Kerja Snapshot

Snapshot adalah back up manual yang sangat membantu pengembang. Cara kerjanya ialah ketika Snapshot mengambil 'foto' pada keadaan, misalnya, server tertentu, data pada setiap block tersebut akan direkamn dan disimpan pada metadata. Metadata ini menyimpan kondisi yang menyalin keadaan server tersebut secara presisi. Perlu diingat, snapshot menyimpan sebuah kondisi, bukan data keseluruhan maka snapshot membutuhkan sedikit ruang pada disk dan bisa dibuat dalam waktu cepat.

Mengaktifkan snapshot membuat perubahan yang terjadi pada block data, akan direkam/ditulis ke ruang snapshot yang sudah ditentukan seelumnya. Metadata yang tersimpan pada snapshot akan diperbarui sesuai keadaan untuk menyimpan kronologi perubahan. Karena snapshot memiliki metadata, snapshot dapat mengenali block data apa yang telah ditambahkan atau diubah sejak snapshot dibuat.

Jika Anda melihat setiap snapshot tersebut, setiap block data yang telah ditambahkan akan dihapus dari tempat penyimpanan snapshot. Setiap data akan kembali ke keadaan seperti saat snapshot diambil. Ini membuat Anda mampu membatalkan perubahan pada file, folder, volume, atau mengembalikan file yang telah terhapus.

Perbedaan Snapshot dengan Backup

Sebetulnya, sedari tadi dijabarkan mengenai snapshot, Anda sekilas dapat mengetahui atau menyimpulkan perbedaan mendasar antara back up dan snapshot. Snapshots bekerja dengan baik untuk perlindungan terukur dalam development yang selalu berubah setiap saat. Sementara backup digunakan untuk perlindungan reguler.

Jika dibuat poin-poin utamanya, perbedaan antara back up dan snapshot adalah:

  • Snapshot melakukan pencadangan keadaan dari data atau file sebelum diubah sementara Backup mencadangkan semua data dan file

  • Snapshot memerlukan ruang penyimpanan yang lebih kecil karena yang disimpan olehnya adalah metadata sementara Backup memerlukan ruang yang lebih besar karena sifat penyimpanan cadangannya yang menyeluruh

  • Snapshot menyimpan perubahan pada data secara otomatis ketika 'foto' dari snapshot telah dibuat sementara Backup dapat dilakukan secara berjangka dan dijadwalkan

  • Snapshot menghubungkan data yang terekam dengan data utamanya sementara Backup terisolasi dari data utama

  • Snapshot baik digunakan untuk pencadangan secara singkat sementara Backup digunakan untuk jangka panjang

  • Snapshot mencadangkan data dengan waktu lebih cepat sementara Backup membutuhkan waktu yang lebih lama

Development bersama Snapshot

Apabila diibaratkan untuk para developer yang sedang mengembagkan aplikasi atau website, Snapshot bisa diibaratkan sebagai check point atau save game. Ketika karakter yang Anda gunakan mati, Anda bisa mengulang di titik check point atau save game. Begitu pula dengan pengembangan yang Anda lakukan, bila Anda terjerumus dan menjadi gagal atau terdapat bug, Anda dapat mengulangnya pada snapshot yang telah Anda ambil.

Baca juga: KENALAN SAMA UBUNTU, SALAH SATU DISTRO LINUX TERPOPULER DI DUNIA!