Bagaimana Suatu Perusahaan di sektor Agrokimia mentransformasikan Infrastuktur IT mereka dengan OpenStack sebagai basis implementasi Cloud Computing

News Image
Zulfi Al Hakim | 21st April 2026

Latar Belakang 

Sebelum mengadopsi cloud computing, infrastruktur dari Perusahaan tersebut merupakan kombinasi dari pusat data lama (legacy), sehingga mesin virtual yang dialokasikan menjadi kelebihan beban, dan proses penyebaran layanan menjadi lambat. Tujuan mereka adalah membangun platform cloud privat untuk menjalankan aplikasi bisnis internal, alat analitik ritel, portal pelanggan, serta lingkungan pengujian, serta semuanya diimbangi dengan penurunan biaya operasional dan mempercepat waktu peluncuran layanan baru ke pasar. 

Tantangan yang Dihadapi  

Muncul beberapa tantangan yang hadapi sebagai berikut: 

  • Beban kerja tinggi dalam mengelola infrastruktur lama (legacy) dengan siklus penyediaan layanan yang panjang. 

  • Pengeluaran modal yang besar akibat server fisik yang tidak dimanfaatkan secara optimal. 

  • Proses penyebaran layanan yang lambat, membutuhkan waktu panjang untuk meluncurkan aplikasi baru. 

  • Kurangnya otomatisasi, yang menyebabkan inkonsistensi dan seringnya terjadi kesalahan konfigurasi. 

  • Skalabilitas yang terbatas. 

Maka dari itu, mereka membutuhkan solusi cloud yang memberikan kendali penuh, mendukung multi-penyewa (multi-tenancy), memungkinkan Skalabilitas yang cepat, dan dapat terintegrasi dengan inisiatif DevOps mereka. Solusi cloud publik telah dievaluasi, namun regulasi terkait kedaulatan data dan kebutuhan akan kontrol biaya menjadikan cloud privat sebagai pilihan yang lebih tepat. 

Solusinya: Private Cloud berbasis OpenStack 

Setelah evaluasi lebih lanjut untuk melihat perkembangan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi, Btech akhirnya menjadi partner solusi mereka dalam membangun infrastruktur Private Cloud berbasis OpenStack dengan komponen Nova, Neutron, Cinder, Horizon, Keystone, dan Heat untuk menunjang aktivitas maksimal. 

Journey Implementasi yang Dihadapi: 

Project Implementasi dibagi menjadi 3 fase, 

  • Fase 1 -- Infrastructure Setup dan Pilot 

Menginstal OpenStack dan melakukan migrasi aplikasi yang non-critical, serta melatih Tim TI dalam perusahaan tersebut untuk penggunaan dan pengoperasian OpenStack 

  • Fase 2 -- Mulai Implementasi 

Membangun OpenStack cluster secara penuh di dalam data center utama, dan melakukan migrasi key services, termasuk management, serta mendirikan monitoring, logging, dan failover mechanism menggunakan tools native OpenStack. 

  • Fase 3 -- Optimisasi dan Pemantauan 

Mengintegrasi dan mengoptimasikan OpenStak dengan sistem yang ada, serta melakukan monitoring secara berkala paska implementasi. 

Hasil Akhirnya 

Setelah melakukan integrasi keseluruhan sumber daya mereka ke dalam Private Cloud berbasis OpenStack, Perusahaan Agrokimia ternama di Indonesia tersebut mengalami improvement yang signifikan, yakni:  

  • Efisiensi biaya karena pemanfaatan sumber daya yang lebih baik dan otomatisasi. 

  • Skalabilitas dan ketahanan yang memadai ditandai kemampuan menagani failover dengan minim downtime untuk aplikasi penting melalui pemulihan otomatis dari Masakari. 

  • Pemberdayaan kultur serta peningkatan tata kelola DevOps seperti mengintegrasikan OpenStack dengan pipeline CI/CD untuk proses rilis yang lebih mulus. 
      

Kesimpulan 

Dengan OpenStack, kini Perusahaan tersebut berhasil membangun platform cloud privat yang kuat, skalabel, dan otomatis yang selaras dengan tujuan bisnis mereka. Kini mereka memiliki kelincahan yang lebih besar, beban operasional yang lebih rendah, serta kebebasan untuk berinovasi lebih cepat—tanpa terikat pada vendor tertentu. 

Ini membuktikan bahwa dengan strategi dan alat yang tepat, OpenStack mampu mendorong transformasi cloud untuk perusahaan besar—terutama bagi mereka yang ingin memiliki kendali penuh atas infrastrukturnya, mengoptimalkan biaya, dan memberikan layanan digital yang lebih baik.